Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
ReviewReviewReviewReviewFeb 17, '08 8:35 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Travel
Author:Adhitya Mulya, dkk
“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller” (Ibn Battuta)

Oh well…seharusnya saat ini saya sedang membaca buku Ekonometri appendix A, B, dan C, tapi saya malah duduk di depan laptop sambil mencet-mencet keyboard (I promise I will read that book soon after finish writing this review….kalo nggak langsung tidur). Saya baru saja menutup halaman terakhir sebuah novel berjudul “Travelers’ Tale” dan rasanya saya tidak dapat menunggu sampai besok (apalagi sampai tahun depan!) untuk menumpahkan perasaan saya setelah membacanya.

Sebenernya kalo mau tahu (mau ya, ya,,,,please…) buku ini bersaing dengan buku tentang para peraih nobel Ekonomi waktu saya lagi milih-milih buku di Toga Mas (buat yg nggak tahu, Toga Mas itu toko buku favorit mahasiswa di Jogja soalnya semua buku di sana diskon!). Saya pertama kali melirik buku ini gara-gara ada kata “Travelers”-nya… Trus usut punya usut, ternyata salah satu penulisnya adalah Adhitya Mulya, penulis novel “Gege Mengejar Cinta” yang pernah bikin saya ketawa sampe sakit perut pas jaman SMA dulu. Dengan pertimbangan: 1) saya akhir-akhir ini udah banyak beli buku serius, dan 2) saya lagi butuh hiburan di tengah jurnal-jurnal ekonomi yang bikin saya mabuk kepayang, eh mabuk beneran deng… (God, help me! Mengapa makhluk-Mu yang satu ini makin lemot dalam bidang Ilmu Ekonomi?), akhirnya saya memilih untuk membeli buku ini selain membeli buku resep masakan (LAGI???) yang sampai saat ini belom sempet saya praktekin, hahaha….

Ide cerita dari novel ini sebetulnya sih nggak aneh-aneh banget, dan juga bukan sesuatu yang baru. Cerita berpusat pada empat orang sahabat semenjak SD: Farah, Francis, Retno, dan Jusuf, yang sekarang keempatnya bekerja di negara yang berbeda. Masalahnya itu…ternyata ada cinlok di antara mereka. Kalo mau dianalogikan rada ngebingungin juga sih, soalnya ini bukan cinta segitiga. Jadi si Farah suka sama Francis, sedangkan Francis suka sama Retno. Nggak cukup sampai di situ, Jusuf ternyata suka sama Farah. Sekian lama mereka memendam rasa itu sampai suatu hari Francis yang cintanya dua kali ditolak sama Retno mengirimkan undangan pernikahannya dengan seorang gadis Spanyol. Dengan misi mengungkapkan perasaan dan mendapatkan cinta masing-masing, ketiga sahabat lainnya terbang dari negara yang berbeda dengan satu tujuan, Barcelona, tempat Francis akan melangsungkan pernikahan. Nah, di sinilah yang seru…perjalanan mereka sebagai travelers.

Berbagai hal mereka lalui untuk dapat sampai di Barcelona. Dan ini yang membuat “Travelers’ Tale” begitu hidup: ceritanya yang natural dan nggak dibuat-buat, karena saya yakin, semua latar novel ini memang merupakan tempat-tempat yang pernah dikunjungi para penulisnya. Membaca novel ini bagaikan ikut bertualang menjadi travelers ke berbagai negara, dari cerita-cerita menyenangkan sampe kenyataan bahwa travelers bisa aja jadi gembel, hehehe… Dalam novel ini, disisipkan tips-tips yang bermanfaat kalo kita mau traveling, biasanya dikasih kotak tersendiri di tengah halaman. Tapi ya jangan kaget juga kalo ntar ada tips yang rada gokil, soalnya cara penyampaian para penulisnya emang santai banget. Overall, menurut saya tips-tips itu berguna dan reliable banget kok. Wah, jadi pengen keliling dunia deh… (tapi maunya keliling Indonesia dulu ahhh…. :p)

Terserah Anda mau punya anggapan yang mana. Bisa jadi ada yang menganggap kisah cinta empat tokoh tadi hanya bumbu dari kisah perjalanan keliling dunia yang ingin diceritakan para penulisnya. Bisa juga ada yang beranggapan perjalanan traveling mereka itu yang justru adalah bumbunya. Ya terserah Anda saja lah, masa saya jadi pusing mikirin yang mana bumbunya, hehehe… Pokoknya apapun bumbunya, minumnya The Botol So… Loh kok jadi iklan ya?! (krik..krik…makin garing!)

Buat yang lagi butuh hiburan tapi juga pengen dapet wawasan baru (tentang traveling maksudnya…), recommended banget buat baca buku ini. Ringan kok (yah…nggak seberat Kamus Besar Bahasa Indonesia lah), bisa dibaca sambil duduk-duduk minum es (tidak dianjurkan sambil minum minuman keras). Yang jelas, buku ini menekankan bahwa pengalaman itu priceless banget. Jadi kalau Anda jalan-jalan, tinggal pilih aja, mau buying things atau buying experience? (Yah…kalo kayak gini anak Ekonomi langsung bikin grafik Utility ama Budget Constrain dah, hahaha… ada gunanya juga ya belajar Mikroekonomi?I)


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
masopang wrote on Feb 17, '08
ReviewReviewReviewReview
lom sempet baca ( eh, pinjem :p )

tapi haruss baca nih...kerenn yah !
mytreasurebox wrote on Feb 18, '08
ReviewReviewReviewReview
yup.. bagus.
hebat ya mereka bisa menyatukan 4 kepala dlm satu novel
onit wrote on Feb 18, '08
thx buat reviewnya. jd tertarik baca.. apalagi aku skrg cuma butuh terbang 2jam utk nyampe barcelona hehe..
lafflyunya wrote on Feb 18, '08
ReviewReviewReviewReview
keren ni buku cha...
tapi karena yg ngarang 4 orang..aga2 berantakan kynya karakternya..
paling suka tokoh yusuf...
this guy,,amazing
andyboy04 wrote on Feb 18, '08
reviewnya udah disampein ke yang nulis... ;)
aalayaa wrote on Feb 18, '08
*dpt info dari andy*
thanks ya udah direview disini. really appreciate that :)
ninit wrote on Feb 18, '08
wawww...
makasih bangettt udah direview di sini :-)
ardhyana wrote on Feb 19, '08
Bung Icha, gw jg suka buku ini. and yeah, i like Jusuf the most. gaya nulisnya asik bgt soalnya ^^
nulisaja wrote on Feb 19, '08
masing-masing orang emang beda karakternya. betul, JUSUF EMANG PALING GOKIL! itu kayaknya yg nulis Adhitya Mulya ya....
nulisaja wrote on Feb 19, '08
wahh...ini mbak Ninit Yunita ya?
selamat datang. thanks juga udah menceritakan pengalaman travelingnya dalam novel ini. ^^
nulisaja wrote on Feb 19, '08
iya, mbak... manfaatkanlah posisimu yang strategis itu, hehe...
nulisaja wrote on Feb 19, '08
yoi, ses... lo dah baca buku apa akhir2 ini? bagi2 dong critanya...
nulisaja wrote on Feb 19, '08
sini aku pinjemin, hehe..
ceritaria wrote on Mar 18, '08
emang bagus, membuat kita seperti merasakan perjalanan mereka di tiap tempat.. dan membuat ingin punya perjalanan yang sama.. a
palagi yang special tuh ada tips2 buat travelingnya .
nulisaja wrote on Mar 19, '08
iya...tips yg kadang ngocol tapi tetep bermanfaat
gametto wrote on Jun 26, '08
wow reviewnya komplit banget siih.


salam kenal

:) hehe

CIAO ITALIA
unmacchiato.blogspot.com
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars